Thursday, July 15, 2021

Beberapa Kebiasaan yang Bisa Menyebabkan Penyakit Maag

Written by

Maag saat ini menjadi salah satu penyakit pencernaan yang sudah cukup familiar di telinga masyarakat. Hal ini lantaran jumlah orang yang menderita penyakit ini tidaklah sedikit. Sebagian orang ada yang menganggap penyakit maag sebagai penyakit yang remeh. Padahal jika maag sudah sampai tahap kronis maupun akut menyebabkan resiko kesehatan yang lebih serius, seperti esophagitis, hingga yang terparah bisa menyebabkan kanker esophagus.

Bagi Anda yang saat ini memang menderita penyakit maag, maka sebaiknya tidak boleh abai pada kondisi kesehatan lambung. Agar nantinya tidak mengalami resiko terkena penyakit yang lebih serius ketika maag sudah pada tahap kronis ataupun akut. Mengonsumsi Promag ampuh untuk gejala maag lantaran mengandung bahan aktif antasida yang berfungsi untuk mengikat asam berlebih dan menetralkan asam lambung. Selain itu, Promag juga mengandung famotidine yang berguna untuk menurunkan jumlah produksi asam lambung, serta simethicone yang berguna untuk mengurangi gas berlebih pada saluran pencernaan.

Namun tentu ada baiknya mencegah daripada mengobati. Sehingga bagi Anda yang tidak menderita penyakit maag, sebaiknya melakukan upaya agar jangan sampai menderita penyakit yang satu ini. Caranya dengan menghindari kebiasaan-kebiasaan yang bisa memicu terjadinya maag. Karena terkadang ada banyak sekali kebiasaan sehari-hari yang tanpa disadari menjadi pemicu seseorang menderita maag.


Beberapa Kebiasaan yang Bisa Menyebabkan Penyakit Maag

Lantas kebiasaan setiap hari seperti apa yang menjadi pemicu penyakit maag? Berikut ini diantaranya :

  1. Makan dalam jumlah atau porsi yang besar.

Bagi penderita maag maupun yang bukan, mengonsumsi makanan dalam jumlah atau porsi banyak sekaligus sangatlah tidak bagus bagi kesehatan. Bagi penderita maag, sebaiknya mengonsumsi makanan dalam porsi kecil tapi sering saja dibandingkan dalam jumlah banyak untuk sekali waktu. Sedangkan bagi Anda yang tidak menderita maag, sebaiknya juga menghindari kebiasaan makan dalam jumlah besar dalam satu waktu agar tidak menjadi penyebab gangguan kesehatan, seperti maag.

 

  1. Melakukan olahraga yang tidak sesuai.

Berolahraga memang bagus untuk kesehatan tubuh. Namun yang perlu diketahui, sebaiknya pilih jenis olahraga yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Karena jika olahraga yang dijalani tidak sesuai, maka bisa menyebabkan perut seperti terkocok dan menimbulkan rasa sakit.

 

  1. Kebiasaan merokok.

Sudah bukan informasi baru lagi jika merokok memang tidak baik bagi kesehatan tubuh. Salah satu dampak dari kebiasaan merokok juga bisa menyebabkan penyakit maag. Dimana efek merokok pada penderita maag adalah bisa membuat esopaghus sphincter menjadi kendur, sehingga berakibat buruk pada kesehatan lambung.

 

  1. Memiliki kebiasaan makan atau pola makan yang buruk.

Ada beberapa kebiasaan makan yang tanpa disadari menjadi penyebab penyakit maag. Sebut saja, seperti makan terlalu larut malam, langsung berbaring atau tiduran dalam kurun waktu 1 jam setelah makan, berbaring ke bagian kanan, dll.

 

  1. Mengonsumsi obat-obatan tertentu.

Ada beberapa jenis obat yang ketika dikonsumsi bisa menyebabkan esophagus sphincter mengendur dan maag menjadi kambuh. Jika Anda mengonsumsi obat darah tinggi, maka resiko terkena maag terlalu sering juga akan terjadi.

 

  1. Menu makanan yang tidak tepat.

Makanan yang kurang tepat untuk dikonsumsi juga bisa menjadi pemicu kambuhnya penyakit maag. Adapun jenis makanan yang masuk dalam kategori, antara lain buah-buahan yang asam, minuman berkafein, alkohol, tomat, makanan berlemak tinggi, dll.

 

Itu tadi beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan lambung. Bagi Anda yang menderita maag, jangan lupa untuk mengonsumsi Promag sebelum makan. Promag ampuh untuk gejala maag, penyakit asam lambung naik, maupun ketika perut kembung. Varian Promag ada yang berbentuk tablet kunyah, namun ada juga yang berbentuk cair. Keduanya sama-sama memiliki bahan aktif di dalamnya yang bisa membantu mengatasi kondisi kesehatan seperti yang sudah disebutkan sebelumnya.

No comments: